Selasa, 20 Maret 2012

Kumpulan Kata Kerja Dan Kata Benda Yang Ada Didalam Magement, Marketing, Accounting, Banking

  Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2
 
   Nama    : Agus Gunawan
   kelas     : 4EA03
   Npm      : 10208061

   1. Management
  Kata benda (noun)
1. Manajemen = management
2. Ekonomi = economics
3. Informasi = information
4. Kepemimpinan = leadership
5. Staf = staff
6. Pegawasan = supervision
7. Tujuan = goal
8. Produksi = production
9. Pendapatan = revenue
10. Penetapan staf =staffing
11. Modal = capital
12. Tahap = phase
13. Kemajuan = progress
14. Tim = team
15. Fungsi = function
16. Waktu = time
17. Kerangka = framework
18. Kerjasama = teamwork
19. Organisasi = organization
20. Peserta rapat = participants
 Kata kerja (verbs)
1. Mengintruksi = instruct
2. Memproduksi = produce
3. Mengatur = set
4. Memotivasi = motivate
5. Menghubungkan = connect
6. Membimbing = guide
7. Mencapai =attain
8. Mempertimbangkan = consider
9. Memeriksa = check
10. Menganalisa = analyze
11. Melanjutkan = move on
12. Menjangkau = reach
13. Mengganti = replace
14. Menjelaskan = explain
15. Memilih = vote
16. Menjadwalkan = schedule
17. Kualitas = quality
18. Memproses = process
19. Berusaha = attempt
20. Memimpin = lead
    2. Marketing
  Kata benda (noun)
1. Pemasaran = marketing
2. Pesaing = competitor
3. Distribusi = distribution
4. Tempat = place
5. Konsumen = costumer
6. Promosi = promotion
7. Harga = price
8. Pilihan = option
9. Pedagang besar = wholesaler
10. Pedagang kecil = small traders
11. Sasaran = objective
12. Pemasok = supplier
13. Pengecer = retailer
14. Periklanan = advertising
15. Pemesanan = boocking
16. Agen penjual = selling agent
17. Produk utama = core product
18. Bauran pemasaran = target market
19. Peluncuran = launching
20. Pasar = market
  Kata kerja (verbs)
1. Kepuasan = satisfaction
2. Menyebarkan = spread
3. Menyarankan = suggest
4. Menawarkan = offer
5. Mengumpulkan = collect
6. Menjawab = answer
7. Mempengaruhi = affect
8. Menjual = selling
9. Menimbang = weigh
10. Meramalkan = forecasting
11. Menghitung = count
12. Menggoda = tease
13. Menyediakan = supplai
14. Mengupah = alter
15. Perencanaan = planning
16. Pengorganisasian = organizing
17. Persepsi = perception
18. Mendengarkan = listen
19. Membeli = buying
20. Memaksa = force
    3. Accounting 
  Kata benda (noun)
1. Jurnal = jounal
2. Ongkos = fee
3. Kekayaan = assets
4. Menjamin = insure
5. Persediaan = inventory
6. Hutang = liability
7. Laporan neraca = balance sheet
8. Resiko = risk
9. Laporan keuangan = financial statement
10. Biaya = cost
11. Pihak = party
12. Manajer = manager
13. Keagenan = agency
14. Tim = team
15. Pembatasan = restriction
16. Laporan laba rugi = income statement
17. Harapan = expectation
18. Kembali = return
19. Audit = auditing
20. Interaksi = interaction
  Kata kerja (verbs)
1.Membandingkan = compare
2. Menganalisa = analyze
3. Menghitung = count
4.  Menafsirkan = interprect
5.Menguras = maintain
6. Memantau = monitor
7. Memungkinkan = allow
8. Siklus = cycle
9. Menyampaikan = communicate
10. Memperoleh = earn
11. Mencatat = note
12. Memeriksa = check
13. Meninjau = review
14. Mencari = search
15. Merumuskan = formulate
16. Menemukan = find
17. Mengamati = observs
18. Merincikan = detail
19. Melaporkan = report
20. Menilai = evaluate
     4. Banking
· Kata benda (noun)
1. Kasir = teller
2. Kekayaan = assets
3. Gedung = building
4. Pengawas = supervisor
5. Mata uang = currency
6. Tabungan = saving deposit
7. Pinjaman tunai = cash loan
8. Bunga = interest
9. Simpanan giro = demand deposit
10. Cek = cheque
11. Tanah = land
12. Simpanan deposito = time deposit
13. Kwitansi = receipt
14. Cek perjalanan = travelers cheque
15. Bank sentral = bank central
16. Kartu kredit = credit card
17. Kartu debet = debit card
18. Inkaso = collection
19. Penjamin = guarantor
20. Pedagang efek = dealer
· Kata kerja (verbs)
1. Menyimpan = keep
2. Membatalkan = cancel
3. Mengeluh = complain
4. Meminjam = borrow
5. Membayar = pay
6. Menyewakan = rent
7. Pelayananan = service
8. Mengambil = take
9. Berkunjung = visit
10. Menawarkan = offer
11.Menukarkan = change
12. Menerima = accept
13. Menawarkan = tender
14. Menarik = pull
15.  Menunggu = wait
16. Membiayai = defray
17. Mengivestasikan = invest
18.Mendorong = puss
19. Menabung = save
20. Meminjamkan = lending


Rabu, 25 Januari 2012

CSR Pertamina Peduli Pendidikan

Nama : Agus Gunawan
Kelas : 4EA03
Npm : 10208061
CSR Pertamina Peduli Pendidikan



MEDAN - Salah satu bentuk kepedulian pada dunia pendidikan, Pertamina Pemasaran Region I memberikan bantuan 5 (lima) unit Komputer dan 3 (tiga) unit Infocus kepada Universitas Muhammadiah Sumatera Utara (UMSU).

Kepedulian terus dilakukan Pertamina sebagai Program CSR (Corporate Social Responsibility) kepada masyarakat di sekitar lingkungan operasinya.

“Dari laba bersih perusahaan, 3% memang dianggarkan untuk Program Bina Lingkungan, dan salah satunya adalah bidang pendidikan,” ucap koordinator Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pertamina Area I, Khaidar Aswan, tadi sore.

Dikatakan, bantuan itu diterima langsung rektor UMSU, Bahdin Nur Tanjung. Diharapkan, agar semua civitas akademika UMSU dapat memanfaatkan bantuan ini dalam kegiatan belajar mengajar dengan optimal, dan menjaganya dengan sebaik-baiknya.

Dijelaskan, bahwa bantuan Pertamina bukan hanya di bidang pendidikan saja. Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina kepada lingkungan sekitar juga difokuskan di bidang kesehatan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat, serta korban bencana.

Sebelumnya, Pertamina juga memberikan bantuan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dengan melakukan kegiatan “Pertamina Expo 2009” dengan memamerkan berbagai jenis produk hasil mitra binaan nasional dari berbagai provinsi.

Sementara, rektor UMSU, Bahdin Nur Tanjung, sangat berterima kasih kepada Pertamina atas kepeduliannya kepada dunia pendidikan di Sumatera Utara, khususnya di Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara.

“Kami berharap, kerja sama ini terus berlanjut, sehingga hubungan yang terjalin dapat lebih harmonis,” ungkapnya.
(dat07/wol-rls)

Analisa :
Program CSR (Corporate Social Responsibility) bagi suatu perusahaan sangatlah penting, hal ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar. Seperti yang dilakukan oleh Pertamina, salah satu bentuk kepedulian pertamina terhadap lingkungan sekitar salah satunya dalam dunia pendidikan. Dalam hal ini pertamina turut membantu kemajuan sarana pendidikan di negri ini.

Referensi :
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=79439:csr-pertamina-peduli-pendidikan&catid=14&Itemid=27

Minggu, 30 Oktober 2011

Tugas etika bisnis 2

Agus Gunawan
4EA03 / 10208061
TEORI-TEORI ETIKA BISNIS
Oleh DIAH MUSTIKAWATI - 10207315
1. Pengertian Etika
Etika berasal dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tatacara hidup yg baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain.
Moralitas berasal dari kata Latin Mos (jamak – Mores) berarti adat istiadat atau kebiasaan.
Pengertian harfiah dari etika dan moralitas, sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana laiknya sebuah kebiasaan.
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai.
Etika dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai :
a. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia
b. Masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma moral yang umum diterima
Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional,
a. Mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret terutama yang dihadapi seseorang, atau
b. Etika mempersoalkan apakah suatu tindakan yang kelihatan bertentangan dengan nilai dan norma moral tertentu harus dianggap sebagai tindakan yang tidak etis dan karena itu dikutuk atau justru sebaliknya
c. Apakah dalam situasi konkret yang saya hadapi saya memang harus bertindak sesuai dengan norma yang ada dalam masyarakatku ataukah justru sebaliknya saya dapat dibenarkan untuk bertindak sebaliknya yang bahkan melawan nilai dan norma moral tertentu.
Etika sebagai Ilmu menuntut orang untuk berperilaku moral secara kritis dan rasional.
Dengan menggunakan bahasa Nietzcshe, etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba
Dalam bahasa Kant, etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas tetapi dapat dipertanggungjawabkan.
2. Tiga Norma Umum
Norma memberi pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.
Macam Norma :
a. Norma Khusus
b. Norma Umum
- Norma Sopan santun
- Norma Hukum
- Norma Moral
Norma-norma Khusus adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain.
Norma-norma Umum sebaliknya lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
Norma Sopan santun / Norma Etiket adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari.
Etika tidak sama dengan Etiket. Etiket hanya menyangkut perilaku lahiriah yang menyangkut sopan santun atau tata krama
Norma Hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Norma Moral, yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.
Norma moral ini menyangkut aturan tentang baik buruknya, adil tidaknya tindakan dan perilaku manusia sejauh ia dilihat sebagai manusia.
Ada beberapa ciri utama yang membedakan norma moral dari norma umum lainnya ( kendati dalam kaitan dengan norma hukum ciri-ciri ini bisa tumpang tindih) :
a. Kaidah moral berkaitan dengan hal-hal yang mempunyai atau yang dianggap mempunyai konsekuensi yang serius bagi kesejahteraan, kebaikan dan kehidupan manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok.
a. Norma moral tidak ditetapkan dan/atau diubah oleh keputusan penguasa tertentu. Norma moral dan juga norma hukum merupakan ekspresi, cermin dan harapan masyarakat mengenai apa yang baik dan apa yang buruk. Berbeda dengan norma hukum, norma moral tidak dikodifikasikan, tidak ditetapkan atau diubah oleh pemerintah. Ia lebih merupakan hukum tak tertulis dalam hati setiap anggota masyarakat, yang karena itu mengikat semua anggota dari dalam dirinya sendiri.
b. Norma moral selalu menyangkut sebuah perasaan khusus tertentu, yang oleh beberapa filsuf moral disebut sebagai perasaan moral (moral sense).

3. Teori Etika
a. Etika Teologi
Etika Teologi yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik,atau akibat yang ditimbulkannya baik dan bermanfaat. Misalnya : mencuri sebagai etika teleology tidak dinilai baik atau buruk. berdasarkan tindakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Jika tujuannya baik, maka tindakan itu dinilai baik. Contoh seorang anak mencuri untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit, tindakan ini baik untuk moral kemanusian tetapi dari aspek hukum jelas tindakan ini melanggar hukum. Sehingga etika teologi lebih bersifat situasional, karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu. Karena itu setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja dalam situasi sebagaimana dimaksudkan.
Filosofinya:
• Egoism
Perilaku yang dapat diterima tergantung pada konsekuensinya. Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar. Memaksimalkan kepentingan kita terkait erat dengan akibat yang kita terima.

• Utilitarianism
Semakin tinggi kegunaannya maka semakin tinggi nilainya. Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.


b. Teori Deontologi
Teori Deontologi yaitu : berasal dari bahasa Yunani , “Deon“ berarti tugas dan “logos” berarti pengetahhuan. Sehingga Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakanyang dilakukan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindkan itu. Contoh : jika seseorang diberi tugas dan melaksanakanny sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan salah jika tidak melaksanakan tugas.
Sumber : http://diahaja.wordpress.com/2010/12/17/teori-teori-etika-bisnis/

Sabtu, 15 Oktober 2011

Tugas Etika Bisnis

Agus Gunawan
4EA03 / 10208061
Awas! Ikan Asin Berpemutih
Tidak hanya sayur mayur yang banyak diburu konsumen. Ikan asin juga merupakan salah satu barang dagangan paling laris manis. Dari mulai ikan asin mini, seperti teri, sampai ikan asin berukuran jumbo, seperti ikan pari laris diburu pembeli.

Jika melihat ikan asin di pasar, semua pasti terlihat normal dan baik baik saja. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, baru Anda bisa melihat perbedaan antara ikan asin yang masih bagus dan tidak.

Para pengolahan ikan asin di Jakarta Utara mengaku mendapatkan ikan segar dari para nelayan yang baru saja dari laut. Mereka lalu mengolahnya dengan memanfaatkan terik sinar matahari. Cara ini menjadi media alami untuk mengeringkan ikan. Cara tradisional ini pula yang hampir selalu menjadi jurus andalan para pengasin ikan.

Sayang, ada saja pihak yang ingin mendapatkan cara instan untuk menutup atau menghilangkan noda kotoran pada ikan asin. Meski tidak lagi menggunakan formalin untuk memperindah tampilan ikan asin. Namun mereka menggunakan zat kimia berbahaya berupa pemutih atau hidrogen peroksida. Padahal bahan kimia berbahaya ini biasanya hanya digunakan untuk memutihkan kayu, pakaian, dan bahan biang pembersih lantai.

Kenyataan ini memang cukup mengerikan. Apalagi ikan yang sudah diberi pemutih itu juga dikonsumsi masyarakat luas. Penggunaan zat pemutih pada ikan jelas tak jauh beda bahayanya bagi kesehatan dibanding penggunaan formalin.Penggunaan zat kimia berbahaya hidrogen peroksida atau yang populer dengan sebutan cairan pemutih terhadap ikan asin teryata sudah berlangsung cukup lama. Pemasarannya pun tidak hanya di wilayah Jakarta. Para pelaku biasanya juga memasarkannya ke wilayah Bogor, Cianjur, dan Bandung, Jawa Barat.

Ironisnya, penjualan zat pemutih berbahaya dapat dengan mudah diperoleh di sejumlah toko kimia. Ini membuat para pedagang mudah memperolehnya. Untuk mengelabui masyarakat, pedagang biasanya menyelipkan ikan asin berformalin dengan ikan yang tak mengandung zat kimia. Kebanyakan pembeli tak mengetahui jika ikan asin yang mereka beli mengandung pemutih.
http://berita.liputan6.com/read/331083/awas-ikan-asin-berpemutih